<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> 
  <rss version="2.0"><channel> 
				<title>RSS NU KEPAHIANG</title> 
				<description>nukepahiang.or.id merupakan media online yang mempublikasikan serta memberikan informasi seputaran kegiatan NU Kepahiang, Lembaga dan BANOM</description>
				<link>https://nukepahiang.or.id/</link> 
				<language>id-id</language><item>
						                <title>Buka Bersama di PC NU Kepahiang</title>
						                <link>https://nukepahiang.or.id/berita/detail/buka-bersama-di-pc-nu-kepahiang</link>
						                <description>nukepahiang, pada puasa romadhan ke 10 tepatnya tanggal 28 Februari PC Nu Kepahiang melaksanakan kegiatan buku puasa bersama dengan banom dan anak lembaga, lebih kurang berjumlah 52 orang yang hadir. sebelum buka puasa diadakan rapat persiapan penerimaan zakat fitrah dan zakat profesi serta mall di bulan romadhan ini. hasil dari pertemuan itu akan diadakan buka posko di tuku kopi untuk penerimaan ZIS dari tanggal 12 s.d 17 Maret 2026. kegiatan buka puasa dihadiri oleh Pak Zainal juga saat ini menjabat sebagai DPRD Propinsi Bengkulu, dilanjut dengan safari romadhan yang diadakan di kec. ujan mas dan kec kepahiang. </description>
					                </item><item>
						                <title>Safari Romadhan di Masjid Taqwa Daspetah I</title>
						                <link>https://nukepahiang.or.id/berita/detail/safari-romadhan-di-masjid-taqwa-daspetah-i</link>
						                <description>NU Kepahiang, Kegiatan Safari Romadhan dilakukan pada malam ke 10 romadhan di masjid Taqwa diakhiri dengan membaca tahlil bersama jamaah sholat tarawih. </description>
					                </item><item>
						                <title>ZAKAT FITRAH</title>
						                <link>https://nukepahiang.or.id/berita/detail/zakat-fitrah</link>
						                <description>Zakat Fitrah </description>
					                </item><item>
						                <title>Digdaya NU (Digital Data Raya NU) </title>
						                <link>https://nukepahiang.or.id/berita/detail/digdaya-nu-digital-data-raya-nu-</link>
						                <description>Digdaya NU (Digital Data Raya NU) bukan sekadar aplikasi biasa, melainkan sebuah SuperApp yang dirancang untuk menjadi "tulang punggung" digital bagi jutaan warga Nahdliyin. Secara teknis, ekosistem ini bekerja dengan mengintegrasikan manajemen data anggota, layanan sosial, dan ekonomi dalam satu pintu.Berikut adalah rincian cara kerja sistem Digdaya NU:1. Sistem Integrasi Data (Single Sign-On)Digdaya NU menggunakan basis data terpusat yang menghubungkan data Kartanu (Kartu Anggota NU) secara digital.Verifikasi Identitas: Setiap anggota melakukan registrasi dengan validasi NIK (Kependudukan) untuk memastikan data yang masuk akurat dan unik.Satu Akun untuk Semua: Dengan satu identitas digital, anggota bisa mengakses berbagai layanan di bawah naungan badan otonom NU tanpa harus mendaftar ulang di platform yang berbeda-beda.2. Pengelolaan Organisasi Berbasis Data (Big Data)Bagi pengurus PBNU hingga tingkat ranting, sistem ini bekerja sebagai alat bantu pengambilan keputusan:Pemetaan Potensi: Organisasi dapat melihat persebaran profesi, usia, dan tingkat pendidikan anggota secara real-time.Komunikasi Dua Arah: Pengurus dapat mengirimkan instruksi atau informasi resmi secara langsung kepada anggota, meminimalisir risiko hoaks.3. Ekosistem Layanan TerpaduDalam operasionalnya, Digdaya NU berfungsi melalui beberapa modul utama:Modul Keagamaan: Menyediakan akses ke jadwal salat, arah kiblat, hingga kitab-kitab digital (turats) yang telah terkurasi.Modul Ekonomi (Fintech): Sistem ini bekerja layaknya dompet digital. Anggota dapat melakukan transaksi pembayaran tagihan, pembelian pulsa, hingga belanja di gerai-gerai binaan NU secara nontunai.Modul Sosial: Terintegrasi dengan lembaga zakat (LAZISNU) untuk memfasilitasi pembayaran zakat, infak, dan sedekah secara transparan. Pengguna dapat memantau status penyaluran dana mereka melalui aplikasi.4. Keamanan dan Kemandirian ServerBerbeda dengan aplikasi umum yang menyewa infrastruktur pihak ketiga secara bebas, Digdaya NU ditekankan pada aspek kedaulatan data. Sistem ini dikelola pada infrastruktur server yang lebih privat untuk menjaga kerahasiaan data jutaan warga NU dari penyalahgunaan pihak luar.</description>
					                </item><item>
						                <title>PC NU Kepahiang melaksanakan safari Romadhan ke Desa Tapak Gedung</title>
						                <link>https://nukepahiang.or.id/berita/detail/pc-nu-kepahiang-melaksanakan-safari-romadhan-ke-desa-tapak-gedung</link>
						                <description>PC NU Kepahiang melaksanakan safari Romadhan ke Desa Tapak Gedung</description>
					                </item><item>
						                <title>Digjaya NU</title>
						                <link>https://nukepahiang.or.id/berita/detail/digjaya-nu</link>
						                <description>Dunia teknologi kini tidak lagi hanya menjadi ranah perusahaan rintisan di Silicon Valley, tetapi juga telah merambah ke organisasi keagamaan terbesar di dunia, Nahdlatul Ulama (NU). Memasuki abad kedua berdirinya, NU secara agresif melakukan transformasi digital untuk memastikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah tetap relevan di tengah disrupsi teknologi. Upaya ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan langkah strategis untuk mengelola jutaan anggota yang tersebar di seluruh dunia melalui pendekatan berbasis data.Salah satu terobosan utama yang menjadi sorotan adalah pengembangan Digdaya NU, sebuah ekosistem digital terpadu yang dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan organisasi. Aplikasi ini berfungsi sebagai platform multifungsi, mulai dari pendataan anggota melalui Kartu Anggota NU (Kartanu), akses terhadap literatur keagamaan, hingga layanan sosial dan ekonomi. Dengan teknologi ini, PBNU berusaha menciptakan tata kelola organisasi yang lebih transparan dan akuntabel.Di sektor pendidikan, jaringan pesantren di bawah naungan NU mulai mengadopsi teknologi Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI). Beberapa pesantren modern kini menggunakan sistem manajemen pembelajaran digital untuk memantau perkembangan santri secara real-time. Selain itu, digitalisasi naskah-naskah kuno karya ulama nusantara tengah gencar dilakukan agar khazanah pemikiran Islam tradisional dapat diakses secara global dalam format digital yang interaktif.Keamanan siber juga menjadi perhatian serius bagi organisasi ini. Mengingat besarnya basis massa NU, perlindungan data pribadi anggota menjadi prioritas utama. PBNU kabarnya mulai menggandeng ahli teknologi informasi untuk membangun infrastruktur server yang mandiri dan aman. Langkah ini diambil untuk menghindari ketergantungan pada platform pihak ketiga serta melindungi narasi keagamaan dari ancaman hoaks dan radikalisme digital.Ekonomi digital pun tidak luput dari sasaran transformasi. Melalui pengembangan platform e-commerce dan dompet digital khusus, NU berupaya membangkitkan kemandirian ekonomi umat. Dengan memanfaatkan jejaring warga NU yang sangat besar, platform ini memfasilitasi transaksi produk-produk lokal dari UMKM milik nahdliyin, menciptakan ekosistem ekonomi sirkular yang didukung oleh teknologi pembayaran terkini.Di bidang kesehatan, NU melalui jaringan rumah sakitnya mulai mengintegrasikan layanan telemedicine. Inovasi ini memungkinkan masyarakat di pelosok daerah untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis tanpa harus menempuh jarak yang jauh. Penggunaan rekam medis elektronik yang terintegrasi antar cabang rumah sakit NU juga menjadi bukti bahwa standarisasi teknologi mulai diterapkan secara merata di berbagai lini pengabdian masyarakat.Fenomena kecerdasan buatan (AI) juga direspon dengan bijak melalui kajian-kajian fikih kontemporer. NU secara aktif mengadakan forum-forum diskusi untuk membahas etika penggunaan AI dalam perspektif hukum Islam. Hal ini menunjukkan bahwa NU tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga berperan sebagai penentu arah moral dalam penggunaan teknologi tersebut, memastikan bahwa inovasi tetap selaras dengan kemaslahatan manusia.Media sosial juga menjadi medan dakwah baru yang dikelola secara profesional. NU kini memiliki ribuan relawan digital yang tergabung dalam "Cyber NU" untuk memproduksi konten-konten kreatif yang menyejukkan. Penggunaan algoritma untuk menyebarkan pesan perdamaian dan toleransi menjadi strategi utama dalam melawan konten-konten ekstremis yang sering kali mendominasi ruang digital.Menariknya, NU juga mulai melirik teknologi blockchain untuk transparansi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dengan blockchain, para donatur dapat melacak aliran dana mereka secara langsung dan memastikan bantuan sampai kepada yang berhak. Transparansi berbasis teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga filantropi di bawah naungan organisasi.Secara keseluruhan, transformasi teknologi di tubuh Nahdlatul Ulama mencerminkan semangat "merawat jagat, membangun peradaban". Dengan memadukan nilai tradisional dan inovasi modern, NU membuktikan bahwa agama dan teknologi dapat berjalan beriringan. Langkah ini menjadi inspirasi bagi organisasi sosial keagamaan lainnya untuk tidak takut beradaptasi dengan perubahan zaman demi pelayanan umat yang lebih baik.</description>
					                </item><item>
						                <title>7 (TUJUH) HAL YANG SECARA TIDAK DISADARI  DAPAT MEMBATALKAN PUASA KITA :</title>
						                <link>https://nukepahiang.or.id/berita/detail/7-tujuh-hal-yang-secara-tidak-disadari--dapat-membatalkan-puasa-kita-</link>
						                <description>7 (TUJUH) HAL YANG SECARA TIDAK DISADARI  DAPAT MEMBATALKAN PUASA KITA :1. DUDUKDuduk di warung padang kemudian memesan rendang adalah membuat kita batal tetapi kalo duduk dan ngobrol kemudian memesan es teh manis itu batal juga.2. BERLARI KENCANGBerlari kencang menuju warteg lalu memesan teh botol adalah dapat membatalkan puasa juga, apalagi setelah itu memesan Indomie rebus3. MELEMPAR UANG LOGAMMelempar uang Logam dapat membatalkan puasa jika lemparan uang tersebut ditangkap Penjual Es Degan kemudian PenjualEs Degan menghadiahkan kita segelas Es Degan dan gorengan.4. TERSENYUMTersenyum dapat membatalkan puasa jika kita tersenyum sehabis meminum Coca Cola dipinggir jalan kemudian memesan lagi Fanta dan Sprite.5. MELAMUNMelamun dapat membatalkan puasa jika sambil diiringi kepulan asap rokok dari mulut.6. MAIN  WAMain WA juga dapat membatalkan puasa jika sambil diiringi minum kopi dan sepiring goreng pisang, tetapi kalo sambil ngerokok itu namanya keterlaluan…7. KENTUTKentut sehabis makan ubi goreng juga dikategorikan sebagai hal yang membatalkan puasa.Kentutnya aja udah membatalkan wudhu, apalagi makan ubi gorengnya.Demikianlah 7 (tujuh) hal2 yg secara tidak disadari dapat membatalkan puasa... Mudah2an puasa kita selalu dapat terjaga.</description>
					                </item><item>
						                <title>Kegiatan Persiapan Romadhan</title>
						                <link>https://nukepahiang.or.id/berita/detail/kegiatan-persiapan-romadhan</link>
						                <description>Hasil rapat kegiatan Safari Ramadhan PC NU KepahiangJum'at 13/02/2026- tanggal kegiatan safari (21/02/2026 titik kumpul desa sinar gunung, target safari ada 5 masjid di daerah naskerta ) (28/02/2026  titik kumpul di sekre PC NU,target safari 6 masjid dari desa pagar gunung- ujan mas)</description>
					                </item><item>
						                <title>Sejarah santri</title>
						                <link>https://nukepahiang.or.id/berita/detail/sejarah-santri</link>
						                <description>Sejarah santri di Indonesia adalah narasi panjang tentang pendidikan, pelestarian budaya, dan heroisme. Istilah "santri" bukan sekadar label bagi pelajar agama, melainkan identitas kultural yang telah berevolusi dari masa ke masa.Berikut adalah perjalanan sejarah santri yang perlu Anda ketahui:1. Asal-Usul IstilahSecara etimologis, para ahli memiliki beberapa versi menarik tentang asal kata "santri":Bahasa Sanskerta: Berasal dari kata shastri yang berarti orang yang mempelajari kitab-kitab suci.Bahasa Jawa: Berasal dari kata cantrik, yaitu murid yang selalu mengikuti gurunya ke mana pun pergi untuk menimba ilmu.Bahasa Tamil: Berasal dari kata shanti, yang merujuk pada guru mengaji.Apapun akarnya, santri telah menjadi istilah khas Nusantara untuk menggambarkan seseorang yang mendalami ilmu agama Islam dengan menetap di pondok pesantren.2. Pertumbuhan PesantrenPesantren dianggap sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Jauh sebelum sistem sekolah formal Belanda masuk, pesantren sudah menjadi pusat intelektual.Pesantren Al-Kahfi Somalangu (1475): Salah satu yang tertua di Kebumen, didirikan oleh Syekh Sayid Abdul Kahfi Al-Hasani.Pesantren Sidogiri (1718/1745): Terletak di Pasuruan, menjadi salah satu jangkar utama tradisi salaf (tradisional) di Indonesia yang masih eksis hingga kini.3. Peran dalam Kemerdekaan (Resolusi Jihad)Salah satu momen paling krusial dalam sejarah santri terjadi pada 22 Oktober 1945. Menanggapi ancaman kembalinya penjajah (NICA), KH. Hasyim Asy'ari mencetuskan Resolusi Jihad.Isi Fatwa: Menegaskan bahwa membela tanah air dari penjajah adalah fardhu 'ain (wajib bagi setiap individu).Dampak: Fatwa ini membakar semangat ribuan santri dan rakyat di Jawa dan Madura, yang memuncak pada pertempuran hebat 10 November di Surabaya. Inilah alasan mengapa setiap tanggal 22 Oktober kini diperingati sebagai Hari Santri Nasional.4. Kontribusi Politik dan SosialSantri tidak hanya berjuang di medan perang dengan bambu runcing, tapi juga di meja perundingan. Tokoh seperti KH. Wahid Hasyim (ayah Gus Dur) berperan penting dalam perumusan Pancasila dan dasar negara sebagai anggota BPUPKI.Ringkasan Garis Waktu Sejarah SantriEraFokus UtamaAbad 15 - 18Penyebaran Islam dan pendirian pondok-pondok pesantren pertama di Jawa.Masa PenjajahanPerlawanan kultural (non-kooperatif) dan fisik terhadap Belanda & Jepang.1945Pencetusan Resolusi Jihad dan keterlibatan aktif dalam perang kemerdekaan.Pasca KemerdekaanPembangunan fondasi pendidikan nasional dan menjaga stabilitas moral bangsa.Modern (2015-Sekarang)Penetapan Hari Santri Nasional dan transformasi santri ke dunia digital/intelektual.</description>
					                </item><item>
						                <title>Tradisi Sowan</title>
						                <link>https://nukepahiang.or.id/berita/detail/tradisi-sowan</link>
						                <description>Tradisi Sowan dan penggunaan Sarung adalah dua pilar identitas yang sangat melekat dalam kehidupan warga NU. Keduanya bukan sekadar kebiasaan, melainkan memiliki filosofi mendalam tentang etika dan peradaban.Berikut adalah penjelasan lebih mendalam mengenai keduanya:1. Tradisi Sowan: Etika Bertamu dan TabarrukanSowan secara harfiah berarti berkunjung atau menghadap, namun dalam konteks NU, ini adalah kunjungan penuh takzim kepada Kiai atau Ulama.Tujuan Utama: Bukan sekadar silaturahmi, sowan bertujuan untuk meminta nasihat, doa restu, atau mencari jalan keluar atas masalah hidup. Istilahnya adalah Tabarrukan (mencari keberkahan) dari ilmu dan kesalehan sang guru.Tata Krama (Adab): Sowan memiliki protokol tidak tertulis. Biasanya tamu akan duduk bersimpuh di lantai (lebih rendah dari kursi Kiai), berbicara dengan nada rendah, dan tidak berani menatap mata Kiai secara langsung sebagai bentuk rasa hormat (tawadhu).Waktu Sowan: Biasanya dilakukan pada waktu-waktu luang Kiai, namun paling ramai terjadi saat hari raya Idulfitri atau saat seseorang akan mengambil keputusan besar seperti menikah atau membangun rumah.2. Filosofi Sarung: Simbol Kesederhanaan dan FleksibilitasBagi kaum Nahdliyin, sarung adalah "seragam kebesaran" yang menyimpan makna filosofis yang kuat.Simbol Keterbukaan: Berbeda dengan celana yang memiliki struktur kaku, sarung bersifat longgar. Ini melambangkan keterbukaan warga NU terhadap perubahan zaman namun tetap terikat pada akar tradisi.Kesetaraan: Di dalam masjid atau pengajian, sarung menyatukan semua kalangan. Seorang petani, pedagang, hingga pejabat bisa memakai sarung dengan motif serupa, menghilangkan sekat status sosial di hadapan Tuhan.Multifungsi: Sarung adalah pakaian paling praktis. Bisa digunakan sebagai pakaian resmi (dipadukan dengan jas dan peci), pakaian ibadah, hingga selimut saat mengaji di pesantren.Simbol Perlawanan: Secara historis, penggunaan sarung juga menjadi bentuk perlawanan kultural terhadap gaya berpakaian penjajah (celana panjang/Barat) pada masa prakemerdekaan.Perbandingan Penggunaan Sarung dalam Berbagai KonteksKonteksPadu PadanKesan yang DitonjolkanResmi/UndanganSarung + Jas + Peci HitamBerwibawa dan FormalPengajian/IbadahSarung + Baju Koko + SorbanReligius dan KhusyukHarian/SantaiSarung + Kaos OblongSederhana dan Merakyat</description>
					                </item></channel>
  	</rss>