- Buka Bersama di PC NU Kepahiang
- Safari Romadhan di Masjid Taqwa Daspetah I
- ZAKAT FITRAH
- Digdaya NU (Digital Data Raya NU)
- PC NU Kepahiang melaksanakan safari Romadhan ke Desa Tapak Gedung
- Digjaya NU
- 7 (TUJUH) HAL YANG SECARA TIDAK DISADARI DAPAT MEMBATALKAN PUASA KITA :
- Kegiatan Persiapan Romadhan
- Sejarah santri
- Tradisi Sowan
Pengorbanan di Gua Thaur

Kisah Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah samudera ketulusan dan kesetiaan. Di antara banyaknya fragmen kehidupan beliau, salah satu yang paling menyentuh hati adalah kisah "Gua Thaur" saat perjalanan Hijrah ke Madinah.
Kisah ini membuktikan mengapa beliau digelari Ash-Shiddiq (yang membenarkan) dan menjadi sahabat yang paling dicintai Rasulullah ﷺ.
Pengorbanan di Gua Thaur
Ketika perintah hijrah turun, Abu Bakar tidak hanya menemani Nabi ﷺ sebagai kawan perjalanan, tetapi juga sebagai tameng hidup. Saat mereka mencapai Gua Thaur untuk bersembunyi dari kejaran kaum Quraisy, Abu Bakar menunjukkan kasih sayang yang luar biasa:
Baca Lainnya :
- Satu Abad NU0
- Kepengurus NU Cabang Kepahiang, Resmi Dilantik0
- Supran Efendi Pimpin PCNU Kabupaten Kepahiang 2025-20300
- Supran Efendi Terpilih Jadi Ketua PCNU Kepahiang 2025-2030 secara Aklamasi0
- SAH! Gus Supran Pimpin PCNU Kepahiang 2025-2030!0
Memastikan Keamanan: Abu Bakar masuk terlebih dahulu ke dalam gua yang gelap dan kotor itu. Ia berkata, "Demi Allah, janganlah engkau masuk sebelum aku masuk. Jika ada bahaya, biarlah aku yang terkena lebih dulu."
Menutup Lubang dengan Pakaian: Di dalam gua, terdapat banyak lubang tempat serangga dan binatang melata. Abu Bakar merobek pakaiannya sendiri menjadi potongan-potongan kecil untuk menyumbat lubang-lubang tersebut agar tidak ada hewan yang menyengat Rasulullah ﷺ.
Sengatan Kalajengking: Masih tersisa satu lubang yang belum tertutup. Abu Bakar menutupnya dengan tumit kakinya. Saat Rasulullah ﷺ tertidur di pangkuannya karena kelelahan, seekor kalajengking menyengat kaki Abu Bakar.
Beliau menahan rasa sakit yang luar biasa dan tidak bergerak sedikit pun karena takut membangunkan Rasulullah ﷺ. Namun, air matanya jatuh menetes mengenai pipi Nabi.
Dialog Iman yang Menenangkan
Saat kaum Quraisy berada tepat di depan mulut gua, Abu Bakar merasa sangat khawatir—bukan karena takut mati, tapi takut sesuatu terjadi pada Nabi ﷺ. Beliau berbisik:
"Wahai Rasulullah, jika salah seorang dari mereka melihat ke bawah kaki mereka, niscaya mereka akan melihat kita."
Rasulullah ﷺ menjawab dengan tenang (seperti yang diabadikan dalam QS. At-Taubah: 40):
"Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita. Apa pendapatmu wahai Abu Bakar mengenai dua orang, sementara yang ketiganya adalah Allah?"
Apa yang Bisa Kita Teladani?
Kisah ini bukan sekadar cerita pelarian, melainkan cermin dari:
Totalitas: Memberikan harta, raga, bahkan nyawa demi perjuangan.
Kesetiaan: Menjadi sosok yang paling bisa diandalkan di masa tersulit.
Tawakkal: Percaya sepenuhnya bahwa saat kita bersama Allah, tidak ada yang perlu ditakuti.
Abu Bakar adalah bukti bahwa menjadi "nomor dua" (sahabat) dengan ketulusan penuh bisa memberikan derajat yang sangat tinggi di sisi Tuhan.
Apakah Anda ingin saya menceritakan kisah kedermawanan Abu Bakar saat beliau memberikan seluruh hartanya untuk perang Tabuk, atau mungkin kisah kepemimpinan beliau saat menjadi Khalifah?








