Pesona \"Danau Hijau\" di Jantung Kepahiang

By NU Kepahiang 11 Feb 2026, 15:25:41 WIB Wisata
Pesona \"Danau Hijau\" di Jantung Kepahiang

Keterangan Gambar : masjid agung kepahiang


Pesona "Danau Hijau" di Jantung Kepahiang

Di balik kemegahan Masjid Agung Baitul Hikmah Kepahiang, tersimpan sebuah pesona alam yang selama ini luput dari perhatian. Sebuah genangan air luas yang kini dijuluki "Danau Hijau" atau "Danau Biru" mendadak viral setelah keindahannya tersebar luas di berbagai platform media sosial. Danau ini sebenarnya berada di kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) yang berbatasan langsung dengan jalur perkantoran pemerintah.

Keunikan utama yang menarik perhatian pengunjung adalah warna airnya yang sangat jernih dan cenderung berwarna hijau toska atau biru, tergantung pada pantulan sinar matahari. Air yang tenang bak cermin raksasa ini dikelilingi oleh rimbunnya pepohonan hijau, menciptakan suasana asri yang sangat kontras dengan keramaian pusat kota di sekitarnya.

Akses menuju lokasi yang sangat mudah menjadi faktor utama mengapa tempat ini langsung diserbu pengunjung. Berada tepat di pinggir jalan lintas yang menghubungkan perkantoran pemkab dengan Desa Tebat Monok, membuat siapa pun yang melintas merasa penasaran untuk berhenti sejenak dan menikmati pemandangan yang menyegarkan mata tersebut.

Baca Lainnya :

Bagi para pemburu konten media sosial, danau ini dianggap sebagai spot foto yang sangat aesthetic. Pengunjung sering terlihat mengantre untuk berfoto di atas sebatang pohon tumbang yang melintang di pinggir danau atau menyewa rakit bambu sederhana milik warga lokal demi mendapatkan sudut gambar terbaik dengan latar belakang air yang jernih.

Fenomena viralnya danau ini membawa dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar. Warga setempat mulai mengelola area parkir secara swadaya dan menyediakan jasa penyeberangan rakit. Kehadiran pedagang makanan dan minuman ringan di sepanjang bahu jalan juga semakin menambah semarak suasana di destinasi wisata dadakan tersebut.

Namun, di balik keindahannya, Pemerintah Kabupaten Kepahiang memberikan imbauan khusus terkait faktor keamanan. Mengingat lokasinya yang berada tepat di sisi jalan lintas, para pengunjung diminta untuk tidak memarkirkan kendaraan sembarangan yang dapat mengganggu arus lalu lintas serta tetap waspada saat berada di pinggir danau yang cukup dalam.

Bupati Kepahiang, Zurdi Nata, bahkan sempat meninjau langsung lokasi ini setelah melihat antusiasme warga yang luar biasa. Beliau menyampaikan rasa kagum atas keindahan alam yang tak terduga ini dan berkomitmen untuk mendukung pengembangan potensi wisata tersebut agar lebih tertata dan aman bagi masyarakat.

Kelestarian lingkungan menjadi perhatian utama dalam pengembangan "Danau Hijau" ini. Pengelola dan pengunjung diingatkan untuk tidak membuang sampah ke dalam air atau merusak vegetasi di sekitarnya. Hal ini sangat krusial agar kejernihan air yang menjadi daya tarik utama danau tersebut tidak tercemar oleh aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab.

Kehadiran danau di belakang Masjid Agung ini seolah menjadi oase bagi warga Kepahiang yang mendambakan tempat rekreasi murah namun berkualitas. Suasana sejuk khas pegunungan di Kepahiang, ditambah dengan pemandangan air yang menenangkan, menjadikan tempat ini pilihan favorit untuk melepas penat di sore hari setelah beraktivitas.

Seiring berjalannya waktu, diharapkan pengelolaan danau ini dapat masuk dalam agenda dinas pariwisata setempat. Dengan perizinan yang jelas dan fasilitas penunjang yang memadai, danau viral ini berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan yang tidak hanya sekadar tren sesaat, tetapi menjadi warisan alam yang membanggakan bagi Kabupaten Kepahiang.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment